Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker

Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker Kanker terjadi oleh karena gangguan pada pembentukan DNA dari sebuah sel dimana sebuah sel pada akhirnya tumbuh berkembang menjadi ganas. Sebuah sel seharusnya memiliki sistem apoptosis yang memungkinkan sel pada umur tertentu untuk mati dan tergantikan oleh sel baru. Pada kanker, sel ini tidak mengalami kematian dan berganti dengan sel baru, melainkan terus berkembang dan mengonsumsi nutrisi tubuh secara irasional serta dapat menyebar ke bagian lain tubuh. Kanker sejatinya dipengaruhi oleh banyak faktor yang keseluruhannya menggambarkan gaya hidup tidak sehat.

Kanker memang sulit ditangani, tapi bila diketahui secara dini, umumnya penanganan akan membuahkan hasil yang memuaskan. Oleh karenanya penting bagi setiap orang untuk melakukan skrining atau pendeteksian kanker secara rutin sesuai anjuran.Nah, pada postingan kali ini kami akn membahas mengenai Manfaat dan Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker.

Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker

Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker

Kenikir atau Cosmos Caudatus atau Ulam Raja merupakan tumbuhan tropis yang berasal dari Amerika Latin, Amerika Tengah, tetapi tumbuh liar dan mudah didapati di Florida, Amerika Serikat, serta di Indonesia dan negara-negara Asia Tenggara lainnya. Daun kenikir yang masih muda dan pucuknya dapat digunakan untuk sayuran, dimakan mentah-mentah dan direbus lalap. Masyarakat Jawa sudah biasa menggunakan sebagai salah satu pelengkap pecel. Sayuran ini dapat ditemui di pasar-pasar. Tumbuhan ini dapat digunakan untuk penyedap dan merangsang nafsu makan. (Baca juga : Manfaat Walatra Zedoril 7 Untuk Kanker)

Beberapa penelitian juga mengungkapkan bahwa Daun Kenikir mempunyai efek anti kanker yang kuat. Penelitian yang dilakukan Lotulung dkk menunjukkan daun kenikir mengandung senyawa yang memiliki daya antioksidan cukup tinggi. Senyawa yang bersifat antioksidan dapat memacu proses apoptosis melalui jalur intrinsik atau jalur mitokondria. Pemacuan apoptosis merupakan salah satu cara penghambatan karsinogenesis. Abas dkk menyebutkan bahwa ekstrak metanolik daun kenikir mengandung flavonoid dan glikosida kuersetin.

Ren dkk mengungkapkan senyawa flavonoid diketahui mampu menginduksi terjadinya apoptosis melalui penghambatan aktivitas DNA serta aktivasi endonuklease. Studi yang dilakukan Taraphdar dkk juga mengungkapkan bahwa kandungan Kuersetin dalam Daun Kenikir memiliki kemampuan menginduksi apoptosis sel kanker usus besar serta sel kanker leukemia dengan cara menstimulasi pelepasan sitokrom dari mitokondria. Pebriana dkk melakukan uji sitotoksik ekstrak metanolik Daun Kenikir terhadap sel kanker payudara. Berdasarkan hasil uji sitotoksik, ekstrak metanolik Daun Kenikir memiliki kadar anti kanker relatif tinggi terhadap sel kanker.

Cara mengolah daun kenikir untuk obat kanker

  1. Cuci atau bersihkan daun kenikir
  2. Setelah dicuci, rebus daun kenikir dalam air yang mendidih
  3. Tunggu hingga air rebusan berkurang setengahnya
  4. Baru minum air rebusan daun kenikir ketika sudah hangat

Seperti itulah cara mengolah daun kenikir untuk dijadikan sebagai obat kanker. Khasiat atau manfaat daun kenikir bagi penderita kanker memang sangat bagus,. Mengapa daun kenikir sangat bagus bagi penderita kanker ? Itu karena daun yang satu ini mempunyai kandungan saponin, terpenoid, flavonoid serta antioksidan yang mampu untuk melawan sel kanker.

Walatra Zedoril 7 Bersih Kanker Ahlinya Obat Kanker

Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker

Walatra zedoril 7 hadir sebagai obat herbal kanker masa kini, yang mana bisa menjadi solusi alternatif bagi anda maupun kerabat yang kini tengah menderita penyakit mematikan berupa kanker hingga tuntas secara alami, aman dan tanpa menimbulkan efek samping. Produk kesehatan ini aman di konsumsi oleh semua kalangan, mulai dari usia 5 tahun ke atas. (Informasi Selengkapnya klik disini → WALATRA ZEDORIL 7)

Post by : Cara Merebus Daun Kenikir Untuk Obat Kanker

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*